UJIAN TENGAH SEMESTER III
Universitas Islam Batik Surakarta
Nama : Dinda Nur Aprillia
NIM : 2022020095
Kelas : B1 Manajemen
Matkul : Manajemen Operasional
Evolusi Manajemen Operasional
Pengertian Manajemen Operasional
Manajemen Operasional merupakan upaya dalam pengelolaan secara maksimal atas penggunan seluruh faktor produksi yang meliputi tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan baku dan faktor yang lain.Kegiatan manajemen operasional erat kaitannya dengan bermacam aktivitas perusahaan dalam melakukan pengubahan rangkaian input dasar. Seperti pengubahan input bahan baku, energi, kebutuhan konsumen, informasi, kemampuan perusahaan, keuangan perusahaan, dan lainnya menjadi output untuk konsumen.
Bidang pekerjaannya juga luas, berhubungan dengan bagian lainnya di perusahaan. Seperti dengan bagian pemasaran, penjualan, keuangan. Disinilah peran manajer operasi yang sesungguhnya, dimana harus mampu untuk menjalankan manajemen operasional sekaligus terlibat dalam aktivitas operasionalnya. Manajer operasi yang jadi penghubung di setiap bidang cakupan produksi hingga pendistribusian produk.
Manajemen operasional erat kaitannya dengan teknologi yang dimiliki perusahaan. Bisnis yang memiliki basic teknologi modern jelas akan lebih mampu bersaing dan bertahan. Sebaliknya, perusahaan yang tidak menggunakan teknologi akan sulit berkembang.
PeruBahan fokus dari “biaya” ke “kualitas”
Fungsi MO mulai dikenal sejak 1890-1920 melalui Frederick W. Taylor (Upah pekerja sesuai dengan kinerjanya), Frank and Lillian Gilbreth (Motion Studies) dan Henry L. Gant (manajemen gudang senjata tentara amerika), yang kemudian masa ini dikenal sebagai masa manajemen saintifik (menggunakan perhitungan matematis dan logika untuk mengukur penggunaan sumber daya dan kinerja pegawai diperusahaan). Berkat karya mereka dalam pengenalan manajemen saintifik, tahun 1920 hingga 1960 dianggap sebagai masa kejayaan indsutri di Amerika, dimana banyak perusahaan menggunakan jasa dan pemikiran mereka untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
Fokus utama MO pada masa itu adalah peningkatan produktivitas tenaga kerja, dimana time and motion studies, layout, production control and queuing theory adalah teori yang paling populer pada masa itu. Pada masa 1920-1960 jugalah para ahli fokus mengembangkan algoritma dan metodologi untuk optimalisasi beberapa area fungsi di organisasi (Chopra et al., 2004). Tahun 1960, MO mulai ditulis dalam bentuk buku dan lingkup MO meluas mencakup perusahaan jasa. Penggunaan komputer juga sudah menjadi hal yang biasa yang diperkenalkan oleh J. Orlicky dan O. Wright. Berlanjut pada tahu 1970, MRP mulai dikembangkan, database dan sistem informasi muncul sebagai alat untuk memanajemen data besar dan angka-angka yang banyak terdapat dalam MO.
MO ditinjau dari sisi organisasi
A. Struktur Organisasi
Organisasi pada masa lalu terdiri dari 4 are manajerial fungsionalyaitu uang, permintaan, design dan OM (Knod and Schonberger, 2001). Dalam bentuk struktur organisasi seperti ini, komunikasi dan kolaborasi antar departemen dinilai sangat lemah, oleh karena itu usaha untuk pengintegrasian area-area fungsional di organisasi pada saat itu sangatlah diupayakan.
B.
Konsep
(ROP) Re-Order Point sistem adalah satu dari metodologi awal untuk melengkapi persediaan bahan pada perusahaan. dengan kemajuan komputer, MRP diperkenalkan untuk merencanakan produksi untuk barang dependen, lalu berlanjut perkembangannya ke perencanaan kebutuhan kapasitas, kontrol aktivitas toko, pembelian dan layanan pelanggan.
F Filosofi
Pada era 1970 – 1980 didominasi oleh aplikasi MRP dan MRP II yang mana membantu untuk melahirkan sistem PUSH, yang dikenal sebagai pengambilan keputusan lewat komputer dan peran manusia disini hanya sebagai input dan bukan sebagai pengambil keputusan. Di era ini juga penggunaan komputer lebih maksimalkan dengan menggunakannya sebagai salah satu alat pengambilan keputusan dalam bidang manufaktur.
Strategi Manajemen Operasi
Strategi yang digunakan dalam Manajem operasi antara lain :
1. Differentiation
2. Cost Leadership
3. Response
B. Keunggulan Bersaing Melalui Operasi
Kompetensi Inti merupakan Kekuatan dan keunikan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Hal ini sangat perlu diperhatikan manajemen pada saat memformulasikan startegi. Sumber kompetensi Inti, antara lain :
1. Sumber Daya Manusia (work force)
2. Fasilitas (facilities)
3. Sistem dan Teknologi
KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM MANAJEMEN OPERASI
1. Desain barang dan jasa
2. Kualitas
3. Desain proses dan kapasitas
4. Pemilihan Lokasi
5. Desain Layout
6. Desain kerja dan SDM
7. Manajemen Rantai Pasokan (SCM)
8. Persediaan
9. Skeduling
10. Pemeliharaan
Kesimpulan
Bidang Manajemen Operasional harus terus memantau basis penelitian terhadap realitas industri berkembang. Bagaimanapun, Inti dari Manajemen Operasional akan tetap dengan desain dan pengelolaan proses transformasi yang menciptakan nilai bagi organisasi dan masyarakat. Manajemen operasi masih akan menjadi fungsi organisasi yang akan mengubah ide-ide untuk produk menjadi kenyataan dari bahan daur ulang ataupun bahan baru. Bentuk dan identitas perusahaan akan berubah secara radikal untuk mencakup struktur virtual yang akan bergabung dan menghilang sebagai respon terhadap dinamika pasar.
Model OM dikembangkan untuk organisasi masa depan yang diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang meliputi synthesis dan arsitektur untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan, metode komunikasi terpadu dan protokol untuk pertukaran informasi, beradaptasi dan manufaktur proses dan sistem. Hal ini dipertimbangkan bahwa fokus pada isu-isu utama untuk Manajemen Operasional akan segera mendorong kedua peneliti dan praktisi industri di luar teknologi yang ada dan memberikan percepatan untuk mengembangkan sesuatu yang baru.
Komentar
Posting Komentar