Perilaku Konsumen

 UJIAN TENGAH SEMESTER 

GENAP 2022/2023

Universitas Islam Batik Surakarta


Nama   : Dinda Nur Aprillia

NIM      : 2022020095

Kelas    : B1 Manajemen

Matkul : Pengantar Ekonomi Mikro

Dosen   : Dr. Supawi Pawenang,SE,MM


PERILAKU KONSUMEN


1. Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. 

Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa.Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau  kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.  

2. Macam Pendekatan Konsumen

Ada 2 macam Pendekatan konsumen yaitu :

1) Pendekatan Marginal Utility (Kardinal)

Pendekatan kardinal didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti rupiah, jumlah, unit atau buah dan lain-lain. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasionalakan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya.

Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility).

2) Pendekatan Ordinal 

Dengan cara kedua yaitu menggunakan metode ordinal. Tingkat utility di ukur melalui order atau rangking tetapi tidak disebutkan nilai gunanya secara pasti. Dalam hal ini, mengkonsumsi 4 komoditas pada umumnya lebih memuaskan dari pada mengkonsumsi 1 komoditas. Namun nilai kepuasannya tidak dapat di ketahui secara pasti. [pada umumnya masyaakat tidak hanya mengkonsumsi satu komoditas, tetpi kombinasi komoditas. Misalkan saja masyarakat mengkonsumsi 2 komoditas, yaitu buah jeruk dan buah apel. Konsumen secara Rasional ingin membeli sebanyak-banyaknya buah jeruk dan buah apel, tetapi mereka di hadapkan pada kendala keterbatasan dana.

3. Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Analisis Perilaku Konsumen

1) Kelangkaan dan terbatasnya pendapatan. Adanya kelangkaan dan terbatasnya pendapatan memaksa orang menetukan pilihan agar pengeluaran senantiasa berada dianggaran yang sudah di tetapkan, meningkatkan konsumsi suatu barang atau jasa harus disertai dengan pengurangan konsumsi pada barang atau jasa yang lain.

2) Konsumen mampu membandingkan biaya dengan manfaat. Jika dua barang member manfaat yang sama konsumen akan memilih yang biayanya lebih kecil. Disisilain, bila untuk memperoleh dua jenis barang dibutuhkan biaya yang sama, maka konsumen akan memilih barang yang memberi manfaat lebih besar.

3) Tidak selamanya konsumen dapat memperkirakan manfaat dengan tepat. Saat membeli suatu barang bisa jadi manfaat yang di peroleh tidak sesuai dengan harga yang harus di bayarkan: segelas kopi starsbuck, misalnya, ternyata terlalu pahit untuk harga Rp. 40.000,- percangkir. Lebih nikmat kopi tubruk di warung kopi yang Rp. 3000,- pergelasnya. Pengalaman tersebut akan menjadi informasi bagi konsumen yang akan mempengaruhi keputusan konsumsinya mengenai kopi di masa yang akan datang.

4) Setiap barang dapat di distribusi dengan barang lain. Dengan demikian konsumen dapat memperoleh kepuasan dengan berbagai cara.

5) Konsumen tunduk terhadap hukum berkurangnya tambahan kepuasan.Semakin banyak jumlah barang yang di konsumsi, semakin kecil tambahan kepuasan yang dihasilkan. Jika untuk setiap tambahan barang di perlukan sebesar harga barang tersebut, maka konsumen akan berhenti membeli barang tersebut manakala manfaat tambahan yang di perolehnya sama besar dengan tambahan biaya yang harus di keluarkan.

4. Manfaat Perilaku Konsumen

Peran perilaku konsumen bagi pemasar atau produsen adalah mampu:

1) Membujuk konsumen untuk membeli produk 

yang dipasarkan

2) Memahami konsumen dalam berperilaku,

bertindak dan berpikir,agar pemasar atau 

produsen mampu memasarkan produknya 

dengan baik.

3) Memahami mengapa dan bagaimana

konsumen mengambil keputusan, sehingga 

pemasar atau produsen dapat merancang

strategi pemasaran dengan baik.


5. Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Tentu saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, di antaranya:

1) Faktor Sosial

Konsumen yang termasuk kelas sosial tinggi tentu tidak akan berpikir panjang sebelum membeli suatu produk. Yang penting baginya adalah dapat terpenuhinya kebutuhannya. Hal ini berbeda dengan konsumen dalam kelas sosial rendah yang harus mampu memperhitungkan setiap pengeluarannya sebaik-baiknya.

2) Faktor Marketing Strategy

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh produsen dapat pula mempengaruhi perilaku konsumen dengan beberapa variabelnya, yaitu produk, harga, iklan, dan distribusi.

3) Faktor Psikologis 

Selanjutnya ada faktor psikologis yang berhubungan dengan validasi alias pengakuan. Biasanya, hal ini terjadi dalam pembelian barang berharga. Seorang konsumen akan tergerak untuk membeli barang mewah demi prestise agar diakui oleh orang-orang di sekitarnya.

4) Faktor Pribadi

Faktor yang satu ini datang dari dalam diri si konsumen. Ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari usia, jenis kelamin, lifestyle, hingga kondisi kesehatan. Misalnya, nih, si A ingin makan junk food tapi kemudian dia ingat kalau badannya sedang tidak fit. Akhirnya, ia pun batal membeli junk food.

Kesimpulan

Perilaku konsumen adalah sejumlah tindakan-tindakan nyata individu(konsumen) yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal yang mengarahkan mereka untuk menilai, memilih, mendapatkan, dan menggunakan barang dan jasa yang diinginkannya. Dalam perkembangan konsep pemasaran modern, konsumen ditempatkan sebagai sentral perhatian. Pentingnya bagi pemasar untuk mempelajari perilaku konsumen yaitu dengan meletakkan konsumen sebagai titik sentral perhatian pemasaran sehingga dengan memahami konsumen akan menuntun pemasar pada kebijaksanaan pemasaran yang tepat dan efisien. Dengan kata lain mempelajari perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan memahami berbagai aspek yang ada pada konsumen yang akan digunakan dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran yang berhasil.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANCAKE DURIAN

Evolusi Manajemen Operasional

Teori Produksi